:::: MENU ::::
  • Fakta Sains di Balik Kegiatan Melamun: Bikin Otak Cerdas

  • Robot Medis Selamatkan Ratusan Penderita Kanker Prostat Usia Muda

  • Populasi Harimau Sumatera Turun 17 Persen Dan Hanya Memiliki Dua Habitat

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Desember 2017


Tes klinis terhadap sebuah zat yang terkandung pada ganja, yang disebut cannabidiol atau CBD, menunjukkan hasil yang menjanjikan sebagai pengobatan baru untuk mengobati psikosis, kantor berita Reuters melaporkan.

Psikosis adalah kelainan kejiwaan yang ditandai dengan kegelisahan, paranoia dan halusinasi.


Baca : Fakta Sains di Balik Kegiatan Melamun: Bikin Otak Cerdas

Dalam sebuah riset yang melibatkan 88 penderita psikosis, suatu para ilmuwan menemukan, pasien yang diobati dengan CBD memiliki gejala-gejala psikosis yang lebih rendah, dibandingkan mereka yang menerima pengobatan plasebo.

Mereka juga lebih berpeluang untuk dinilai “ada kemajuan” oleh psikiater mereka, menurut hasil studi tersebut. Selain itu, ada juga perbaikan fungsi dan kinerja kognitif.

Bahan aktif dalam yang ditemukan dalam ganja adalah delta-9-tetrahydrocannabinol, atau THC. Zat aktif ini bisa mengurangi gejala paranoia, kegelisahan dan gejala-gejala lainnya yang kurang menyenangkan.

Namun bahan keduanya, CBD, memiliki efek yang sebaliknya dengan THC. Ini membuat para ilmuwan berpikir, mungkin suatu kali akan berguna untuk mengobati kesehatan jiwa.

Para ilmuwan dari King’s College London’s Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience, mengadakan percobaan CBD pada pasien dengan psikosis dan menerbitkan hasil temuan mereka di American Journal of Psychiatry.

Dalam percobaan tersebut, sebanyak 88 pasien menerima CBD atau placebo selama enam minggu, bersama dengan obat-obatan antipsikotik. Sebelum dan setelah percobaa, para ilmuwan menilai gejala-gejala, kinerja fungsi dan kognitif pasien. Dan kemudian, psikiater masing-masing pasien menilai kondisi mereka keseluruhan.

“Hasil studi mengindikasikan CBD mungkin efektif mengobati psikosis. Pasien yang menerima pengobatan CBD menunjukkan berkurangnya gejala dan psikiater yang merawat mereka menilai kondisi mereka secara keseluruhan membaik,” kata Phillip McGuire, yang ikut memimpin percobaan.


Baca : Tahukah Anda Mengapa Manusia Bisa Menangis?

Dia mencatat para pasien dalam percobaan juga melaporkan sedikit sekali efek samping. Dia menambahkan: “Walaupun masih belum jelas bagaimana CBD bekerja, zat ini beraksi terhadap pengobatan antipsikotik dengan cara yang berbeda, dan ini bisa mewakili pengobatan jenis baru.”


Sumber : VOA
Foto : Green Goat Family Farm

Setiap orang pasti ingin memiliki ingatan tajam dan kuat. Banyak cara untuk meningkatkan ingatan seseorang. Untuk bisa memiliki ingatan yang kuat dan tajam beberapa aktivitas yang bisa dilakukan adalah melatih kemampuan dan bakat yang Anda punya.

Membaca buku, koran, berita, jurnal yang dapat membantu Anda melatih kepekaan otak, olahraga dan lain-lain. Ada beberapa tips mudah dan sederhana yang bisa membantu Anda meningkatkan daya ingatotak. Berikut ini 10 tips yang bisa Anda coba: Baca: Jilat Bibir bisa Buat Bibir Kering, Simak Kata Ahli

1. Perhatikan makanan yang Anda konsumsi setiap hari
Untuk meningkatkan daya ingat otak, tentunya harus memperhatikan makanan yang Anda konsumsi setiap hari. Menjaga asupan nutrisi makanan untuk otak, sebenarnya sangat mudah. Anda cukup mengkonsumsi sayuran serta mengurangi makanan-makanan yang mengandung kandungan gula yang tinggi.
Salah satu makanan yang bisa meningkatkan daya ingat otak adalah makanan yang mengandung omega 3. Untuk mendapatkan makanan yang mengandung omega 3, Anda bisa mengonsumsi ikan salmon, kedelai, bayam, makanan laut, dan minyak ikan setiap hari.

2. Menjaga Kualitas Tidur
Untuk menjaga daya ingat agar tetap tajam dan kuat, Anda harus tetap menjaga kualitas dari tidurmu. Tidur yang cukup minimal 6-8 jam setiap harinya untuk mendukung kinerja otak Anda. Dengan tidur yang nyenyak dan berkualitas, bisa membantu pengoptimalan daya kerja otak.

3. Hindari Mengerjakan Pekerjaan Terlalu Banyak (Multitasking)
Multitasking memang terkadang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, apalagi bagi Anda yang memiliki segudang aktivitas. Namun menyelesaikan pekerjaan dengan cara multitasking tidaklah bagus karena memiliki dampak yang negatif untuk kesehatan Anda dan daya kerja otak Anda. Baca:

Sehingga jika Anda terus-menerus melakukan pekerjaan secara multitasking tentu akan membuat Anda menjadi tidak fokus terhadap suatu pekerjaan bahkan Anda menjadi tidak bisa mengingat salah satu pekerjaan yang sedang dikerjakan saat itu. Lebih baik fokuskan diri untuk mengerjakan satu pekerjaan saja maka tentunya akan membuat daya kerja otak dan ingatan Anda menjadi lebih baik.

4. Menulis
Menulis merupakan salah satu aktivitas yang membantu daya ingat otak dan konsentrasi Anda menjadi kuat dan tajam. Meskipun hal ini terlihat sangat mudah, namun memiliki dampak yang positif untuk kinerja otak.

Jika Anda suka lupa dengan sesuatu hal, Anda bisa mencoba mengingatnya dan menulis di kertas atau laptop. Dengan menulis, akan menciptakan aliran oksigen yang menuju area otak sehingga apapun yang Anda tulis akan mudah diingat dibandingkan dengan tidak menulis. Menulis juga dapat membantu peningkatan kapasitas memori otak. Baca: Sandiaga Uno Pakai Lipbalm, Simak Keunikan Kulit pada Bibir.

5. Menjalin Hubungan Sosial
Menjalin hubungan sosial sangat penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Karena manusia diciptakan oleh Sang Pencipta sebagai makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain. Semakin sering menjalin hubungan sosial dengan masyarakat, semakin otak Anda menjadi lebih tajam.

Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi otak dan jantung yang baik akan berkaitan dengan hubungan keluarga yang baik serta hubungan sosial yang baik, Anda bisa mencoba membantu orang yang membutuhkan bantuan, terutama lingkungan terdekat Anda. Baca: Jelang DWP 2017, Musik EDM Semakin Ramai

Atau Anda juga bisa ikut berpartisipasi dalam suatu organisasi yang memiliki banyak manfaat untuk Anda, salah satunya adalah menambah jaringan pertemanan Anda.

6. Mulailah hidup yang terorganisir
Mulailah untuk menjalani hidup yang lebih terorganisir agar bisa mengurangi risiko kepikunan. Anda bisa mencoba untuk merancang kegiatan harian atau bulanan agar lebih fokus terhadap tujuan yang ingin Anda capai serta membantu daya kerja otak agar lebih teratur.

7. Jangan Memikirkan Hal-Hal yang Tidak Terlalu Penting
Terkadang seringkali kita memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Hal ini lah yang bisa membuat Anda sering lupa atau pikun. Mengapa bisa demikian? Karena Anda selalu berusaha memikirkan hal-hal tersebut dan memperhatikan banyak hal yang tidak terlalu penting sehingga membuat kinerja otak Anda menjadi berkurang serta konsentrasi pun bisa terganggu.

8. Makan Permen Karet Setiap Hari
Terlihat sebenarnya ini sangat sepele namun memiliki khasiat yang bermanfaat untuk daya ingat Anda. Banyak penelitan yang telah membuktikan salah satunya di UK membuktikan bahwa mengunyah permen karet setiap hari bisa membantu kualitas daya ingat seseorang lho.

Ternyata aktivitas ini berkaitan dengan otak terutama pada bagian hippocampus yang bisa meningkat jika Anda sering mengunyah permen karet setiap hari.

9. Menonton acara komedi
Ternyata menonton acara komedi, selain bisa menghibur hati seseorang juga bisa membuat daya ingat seseorang menjadi lebih kuat. Tertawa juga dapat menurunkan kadar kortisol, yaitu zat yang jika jumlahnya berlebih dapat merusak hippocampus.

Baca : Fakta Sains di Balik Kegiatan Melamun: Bikin Otak Cerdas

Karena itulah, tertawa memberikan dampak positif untuk seseorang yaitu meningkatkan daya ingat dalam jangka panjang. Baca: Youtube Rewind 2017, Ini Dia Tayangan Video Paling Viral di 2017

10. Minum Kopi
Selain rasanya yang nikmat, kopi juga bisa meningkatkan daya ingat seseorang lho. Karena kandungan kafein pada kopi dapat meningkatkan retensi memori seseorang. Oleh sebab itu, jika Anda sedang jenuh, nikmati secangkir kopi setiap hari ya.


Anda punya pasangan? dan akan segera menikah? hindarilah beberapa hal berikut menjelang pernikahan, mari disimak

Hindari pola diet yang salah

Banyak calon pengantin yang menjalani pola diet tertentu agar tampil dengan bentuk tubuh sempurna pada hari pernikahan. Perlu diingat, perubahan berat badan yang naik turun dengan menjalankan pola diet salah akan menyebabkan area vagina mengendur.


Baca : Tips Kencan Pertama Bersama Pasanganmu

Hal paling penting adalah menjalankan pola diet sehat secara konsisten dan menjaga berat badan sehat. Jika tubuh terlalu kurus, bagian vagina akan lebih cepat menua karena lapisan lemak yang tipis.

Rajin senam kegel

Senam kegel adalah salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menjaga vagina tetap sehat dan kencang. Lakukan senam ini dengan benar, yaitu dengan mengontraksi otot dasar di bagian pelvis selama lima detik, kemudian melepaskannya dan relaks.

Ganti kursi di kantor

Menghabiskan waktu berjam-jam duduk di bangku kerja setiap hari tidaklah baik untuk kondisi vagina. Jika memungkinkan, sediakan bola pilates di kantor. Kemudian, dalam sehari, minimal 15 menit, Anda mengganti kursi dengan bola pilates untuk duduk dan melatih otot pelvis agar tetap aktif, seperti kegel.

Hindari bersepeda jarak jauh

Hati-hati, gesekan dan gerakan yang konstan dalam waktu lama di area pangkal paha bisa menarik dan membuat vagina menjadi elastis dan longgar. Pilih celana olahraga dengan bahan tebal dan nyaman jika hendak bersepeda.

Pilih sabun yang ringan

Secara fisiologis, vagina diciptakan mampu mengurus dirinya sendiri dengan cara mendorong keluar kotoran lewat cairan. Tugas Anda hanya membersihkan bagian luar vagina, menjaganya tidak lembap berlebih, dan mempertahankan pH seimbangnya.


Baca : Tahukah Anda Mengapa Manusia Bisa Menangis?

Pilih jenis sabun yang tidak mengandung banyak unsur kimia. Selain itu, jangan menggosok area luar vagina terlalu kencang dan berulang-ulang untuk menghindari iritasi karena lapisan tersebut sangat tipis.

Inilah 5 cara merawat area vagina menjelang pernikahan.

Sumber : Her World
Foto : Sutterstock

Rabu, 13 Desember 2017

Kesan apa pun bisa tiba-tiba muncul di otak kita saat melihat selembar foto. Kenangan baik atau buruk mendadak muncul meski kita tidak menginginkannya. Bila kenangan nan manis, mungkin bisa bermanfaat. Sebaliknya, jika memori buruk yang muncul, bahaya akibatnya. Tentu akan membuat kita merasa trauma, mengkhawatirkan atau merenungkan kejadian tersebut.
"Kemampuan kita untuk mengendalikan pikiran sangatlah penting," kata Michael Anderson dari Unit Pengetahuan Otak dan Kognisi di Universitas Cambridge, Inggris.
Ketidakmampuan mengendalikan pikiran buruk merupakan pertanda tidak baik. Sebab, hal itu bisa menyebabkan beberapa gejala penyakit kejiwaan, halusinasi, serta kekhawatiran patologis yang mengganggu. "Ini semua merupakan gejala utama penyakit jiwa, seperti gangguan stres pasca-trauma (PTSD), skizofrenia, depresi, dan kecemasan," ujarnya.
Anderson menyatakan, hal itu bergantung pada kemampuan seseorang untuk bisa menghentikan diri dalam mengingat kenangan dan pikiran tertentu serta menghentikan tindakan fisik. "Kita tidak akan bisa bertahan tanpa mampu mengendalikannya," katanya. "Harus ada mekanisme serupa untuk membantu kita menghentikan pikiran yang tidak diinginkan muncul."
Anderson menunjuk wilayah di bagian depan otak yang dikenal sebagai korteks prefrontal yang diketahui memainkan peran kunci dalam mengendalikan tindakan dan punya peran yang sama dalam menghentikan pikiran. Korteks prefrontal bertindak sebagai pengatur utama serta mengendalikan bagian otak lainnya-korteks motor untuk tindakan dan hippocampus untuk kenangan.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, pekan lalu, yang dipimpin Taylor Schmitz dan Anderson ini menggunakan prosedur think/no-think untuk mengidentifikasi proses otak baru yang signifikan. Dari situ, mereka bisa melihat kemungkinan keberhasilan korteks prefrontal dalam menghambat pikiran.
Dalam tugas tersebut, peserta mengasosiasikan serangkaian kata dengan kata yang dipasangkan, yang sama sekali tidak berhubungan. Kata-kata itu adalah "cobaan" dengan "kecoak" dan "lumut" dengan "utara".
Selanjutnya, mereka diminta mengingat kata yang berkaitan jika isyarat berwarna hijau atau menolaknya jika isyaratnya berwarna merah. Saat ditunjukkan kata "cobaan" dalam warna merah, mereka diminta menatap kata tersebut tapi harus menghentikan pikiran tentang "kecoak".
Dengan menggunakan kombinasi pencitraan resonansi magnetik fungsional (MRI) dan spektroskopi resonansi magnetik, para periset dapat mengamati apa yang terjadi di area otak utama saat para peserta mencoba menghambat pemikirannya. Spektroskopi memungkinkan peneliti mengukur kimia otak, tidak hanya aktivitas otak seperti biasanya yang dilakukan dalam studi pencitraan.
Anderson, Schmitz, dan tim menunjukkan bahwa kemampuan untuk menghambat pikiran yang tidak diinginkan bergantung pada neurotransmitter-zat kimia di dalam otak yang memungkinkan pesan melewati sel saraf, yang dikenal dengan GABA. GABA adalah neurotransmitter atau "penghambat" utama di otak, dan pelepasannya oleh satu sel saraf dapat menekan aktivitas di sel lain yang terhubung dengannya.
Anderson dan rekannya menemukan bahwa konsentrasi GABA di dalam hippocampus-area kunci otak yang terlibat dalam memori-memprediksi kemampuan orang untuk menghalangi proses pengambilan dan mencegah memikirkan hal yang tidak diinginkan. "Yang menarik dari ini adalah sekarang kita menjadi sangat spesifik," kata Anderson.
Ini langkah maju. Sebab, dalam penelitian sebelumnya, kemampuan menghambat pikiran hanya disebutkan berfokus pada korteks prefrontal-pusat komando. "Sekarang kita dapat mengatakan bahwa neurotransmitter sama penting dan dapat menyimpulkan peran neuron penghambat-yang memungkinkan kita menghentikan pikiran yang tidak diinginkan."
Sebab, menghambat pikiran yang tidak diinginkan adalah sebanyak sel-sel di dalam hippocampus. Para periset pun menemukan, di dalam sampel orang dewasa muda yang sehat, orang dengan GABA kurang efektif kurang mampu menekan aktivitas hippocampal oleh korteks prefrontal.
Temuan ini mungkin menjawab salah satu pertanyaan lama tentang skizofrenia. Penelitian tersebut telah menunjukkan bahwa orang yang terkena skizofrenia memiliki hippocampi "hiperaktif", yang berkorelasi dengan gejala mengganggu seperti halusinasi.
Penelitian post-mortem telah mengungkap bahwa neuron penghambat (yang menggunakan GABA) di hippocampi individu-individu ini terganggu, yang mungkin membuat lebih sulit bagi korteks prefrontal untuk mengatur aktivitas di dalam struktur tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa hippocampus gagal menghambat pikiran dan ingatan yang salah, yang dapat bermanifestasi sebagai halusinasi.
Menurut Schmitz, pengaruh lingkungan dan genetik yang menimbulkan hiperaktif di hippocampus mungkin mendasari berbagai gangguan dengan pikiran mengganggu sebagai gejala yang umum. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas tinggi di hippocampus terlihat pada berbagai kondisi, seperti kegelisahan dan depresi kronis. Semua ini termasuk ketidakmampuan patologis untuk mengendalikan pikiran-seperti kecemasan atau ruminasi yang berlebihan.
Anderson yakin penelitiannya dapat menawarkan pendekatan baru untuk mengatasi gangguan tersebut. "Sebagian besar fokusnya adalah memperbaiki fungsi korteks prefrontal," katanya. "Namun penelitian kami menunjukkan, jika dapat memperbaiki aktivitas GABA di dalam hippocampus, Anda dapat membantu orang menghentikan pikiran yang tidak diinginkan dan mengganggu," ujarnya.

Sumber  : Tempo.co 
Mulai sekarang sering-seringlah melakukan olahraga push-up dan juga sit-up. Dua latihan ini ternyata tidak hanya bagus untuk menguatkan otot perut dan dada, tapi juga bisa menambah masa hidup Anda. Kesimpulan ini didapat dari sebuah penelitian yang membandingkan penyebab kematian dari berbagai jenis olahraga.
Nah, hasil studi yang melibatkan 80.306 orang dewasa itu menemukan mereka yang rutin melakukan latihan menguatkan otot memiliki risiko kematian prematur lebih rendah sekitar 23 persen. Pun dengan kematian akibat kanker juga lebih rendah sekitar 31 persen. Hasil penelitiannya telah dipublikasi dalam American Journal of Epidemiology.
Ada catatannya, memang. Peserta dengan penyakit kardiovaskuler atau kanker pada awal dan mereka yang meninggal dalam dua tahun pertama masa tindak lanjut dikeluarkan dari penelitian ini. Sebab, mereka memiliki kondisi sebelumnya kurang berolahraga.
Studi yang dipimpin oleh University of Sydney mengambil data dari Survei Kesehatan Inggris dan Skotlandia ini menyatakan bahwa latihan peningkatan kekuatan otot ini sama pentingnya dengan latihan aerobik. Ini menjadi salah satu yang paling penting dalam penelitian ini.
Bukti empiris terbaru menunjukkan regimen kebugaran yang seimbang sempurna harus mencakup kombinasi aktivitas fisik intensitas rendah dan/atau "sedang ke kuat" (MVPA) sama dengan beberapa jenis pelatihan ketahanan kekuatan. Setidaknya dua kali selama sepekan.
Emmanuel Stamatakis, penulis utama dari Sekolah Kesehatan Masyarakat dan Pusat Perkins Charles, mengatakan latihan kekuatan otot telah mendapatkan perhatian untuk manfaat fungsional seiring dengan bertambahnya usia. Penelitian kecil pun telah melihat dampaknya terhadap risiko kematian.
"Studi ini menunjukkan latihan yang mementingkan kekuatan otot mungkin sama pentingnya bagi kesehatan seperti aktivitas aerobik, joging, atau bersepeda," kata Stamatakis. Menurut dia, temuannya ini dapat mencerminkan hubungan sebab dan akibat, yang mungkin akan lebih penting lagi menyangkut risiko kematian akibat kanker.
Pedoman aktivitas fisik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun merekomendasikan aktivitas aerobik untuk orang dewasa, ditambah dua hari aktivitas penguatan otot setiap minggunya.
"Tapi, pemerintah dan otoritas kesehatan masyarakat telah mengabaikan untuk mempromosikan pedoman berbasis kekuatan di masyarakat, karena itu salah mengartikan betapa aktifnya kita sebagai sebuah bangsa," ujar dia.
Stamatakis pun mengutip contoh survei Aktivitas Gizi dan Kesehatan Nasional Australia, yang mencatat, berdasarkan aktivitas aerobik, didapat hasil mereka yang tidak aktif mencapai 53 persen. Hasil berbeda didapatkan dengan menggunakan pedoman berbasis kekuatan dari WHO. Hasilnya? Lebih buruk, 85 persen orang Australia gagal memenuhi rekomendasi.
"Sayangnya, kurang dari 19 persen orang dewasa Australia melakukan jumlah latihan berbasis kekuatan yang disarankan," kata Stamatakis.
Data lainnya, seperti yang diungkap dalam sebuah studi yang diterbitkan pada 19 Oktober di American Journal of Preventive Medicine, sekitar 140 ribu orang dewasa AS yang lebih tua didapati kurang melakukan aktivitas dari pedoman yang direkomendasikan, yakni 150 menit per minggu. Padahal, aktivitas fisik yang cukup secara signifikan dapat meningkatkan hasil kesehatan masyarakat. Hal ini juga menurunkan risiko kematian.
Karena itu, Stamatakis menuturkan, penelitian ini mendorong pemikiran ulang tentang waktu latihan yang diperlukan dan memperluas jenis latihan dalam jangka panjang.
Analisis juga menunjukkan latihan yang dilakukan dengan menggunakan berat badan sendiri tanpa peralatan khusus sama efektifnya dengan latihan berbasis pusat kebugaran atau gym. "Ketika orang memikirkan latihan kekuatan, mereka langsung memikirkan untuk melakukan angkat beban di pusat kebugaran. Padahal itu tidak harus terjadi," ujar dia. Sebab, banyak orang yang terintimidasi oleh pusat kebugaran, karena biaya atau yang dipromosikan budaya mereka.
"Jadi, siapa pun dapat melakukan latihan klasik seperti triceps dips, sit-up, push-up, atau menekuk lutut di rumah mereka sendiri atau taman lokal, dan berpotensi mendapatkan manfaat kesehatan yang sama," kata dia. Meski demikian, penelitian ini bersifat observasional. Namun berbagai penyesuaian bisa dilakukan untuk mengurangi pengaruh faktor lain seperti usia, jenis kelamin, status kesehatan, perilaku gaya hidup, dan tingkat pendidikan.
sumber : Tempo

Selasa, 12 Desember 2017


Ahli bedah telah memuji penggunaan awal robot dalam menyelamatkan sejumlah pria dari salah satu kanker paling mematikan di Inggris. Mesin seharga £ 1 juta (Rp 18 miiar), yang dikenal sebagai robot Da Vinci, telah melakukan operasi di University College London Hospitals pada lebih dari 500 pria dengan kanker prostat stadium lanjut.
Penggunaan robot dalam meja operasi sudah dilakukan para dokter sejak 5 tahun lalu, yang diawali dengan adanya robot medicine dispenser hingga saat ini berkembang menjadi robot medical assitant yang fungsinya sebagai pengganti para perawat saat melakukan operasi.

Ahli bedah memuji robot medic ini karena menjadi lebih cepat, lebih aman dan prosedurnya memiliki lebih sedikit efek samping daripada perawatan yang ada, dan menyebutnya sebagai 'pengubah permainan'.
Robot itu, yang dikendalikan oleh ahli bedah di konsol komputer, memiliki enam lengan dengan gunting kecil dan tang, yang membuat sayatan di perut pasien.
Mereka mampu menghilangkan sebagian kecil jaringan dan kelenjar yang terkena kanker tanpa membuat potongan besar, seperti pada 'operasi terbuka'.
Ini berarti pasien pulih dengan lebih cepat dan bisa pulang ke rumah keesokan harinya, tidak seperti operasi konvensional, di mana pasien dapat tinggal di rumah sakit selama lima hari atau lebih lama.
Selanjutnya, karena robot sangat tepat, cenderung tidak merusak jaringan di sekitarnya. Ini berarti bahwa pria cenderung tidak mengalami efek samping yang umum seperti inkontinensia dan impotensi.
Kanker prostat adalah bentuk penyakit yang paling umum pada pria, dan satu dari delapan pria akan mengembangkannya di beberapa titik selama masa hidup mereka.
Banyak pria menunda perawatan kanker prostat karena khawatir bahwa mereka mungkin akan menderita disfungsi ereksi dan inkontinensia urin yang tidak dapat disembuhkan dan sangat sulit untuk memprediksi apakah tumor itu agresif dan mematikan atau lambat tumbuh dan relatif tidak berbahaya.
Kanker prostat adalah bentuk penyakit yang paling umum pada pria dan pembunuh terbesar kedua pada pria setelah kanker paru-paru, yang menyebabkan 11.300 kematian di Inggris per tahun.
Profesor John Kelly, kepala klinis urologi di Rumah Sakit University College London Hospitals di rumah sakit Westmoreland Street, mengatakan: "Meskipun operasi [konvensional] menghilangkan tumor kanker, pasien ditinggalkan dengan efek samping yang terus berubah seperti inkontinensia dan impotensi, yang dapat menghancurkan .

Baca : Tak Hanya Bakar Kalori, Zumba Juga Sehatkan Mental
"Operasi robot telah mengubahnya - ini memberi kami ketepatan untuk menghilangkan tumor kanker, melestarikan jaringan dan fungsi di sekitarnya. Ini memberi manusia kehidupan mereka kembali setelah kanker prostat," ujarnya.
Jumlah operasi yang dilakukan oleh UCLH diperkirakan akan melebihi 600 pada akhir tahun. Dua robot Da Vinci saat ini tersedia dan digunakan enam hari dalam seminggu.

Senin, 11 Desember 2017

Anda suka melamun? Bahkan ketika dalam sebuah pertemuan di tempat kerja? Tak usah khawatir. Sebab, ternyata menurut sebuah studi baru dari Georgia Institute of Technology, Amerika Serikat, melamun belum tentu tergolong sebagai pekerjaan sia-sia.
Sebentar. Apa sebenarnya melamun itu? Begini. Melamun adalah kondisi sesaat terputusnya pikiran seseorang dengan lingkungan sekitarnya. Biasanya kontak seseorang menjadi kabur dan sebagian digantikan oleh khayalan visual hal-hal yang menyenangkan, harapan, atau ambisi.
Tapi, seperti kata penelitian tersebut, kondisi ini bukan saja tidak berbahaya, tapi melamun juga menjadi indikasi bahwa Anda tergolong orang yang cerdas atau kreatif. Begitu menurut studi yang diterbitkan jurnal Neuropsychologia.
"Orang dengan otak yang efisien mungkin memiliki terlalu banyak kapasitas otak untuk menghentikan pikiran mereka dari pengembaraan," kata Eric Schumacher, profesor psikologi yang turut menulis penelitian ini.

Baca juga : Game Membantu Melatih Otak Para Lansia dan Mengurangi Risiko Demensia
Hasil itu didapatkan Schumacher dan murid-murid, serta koleganya, termasuk rekan penulis utama Christine Godwin, dengan cara mengukur pola otak lebih dari 100 orang saat berbaring di mesin MRI. Mereka diinstruksikan untuk berfokus pada titik fiksasi stasioner selama lima menit. Kemudian para peneliti menggunakan data tersebut untuk mengidentifikasi bagian otak mana yang "bekerja serentak".
Menurut psikolog Georgia Tech, Christine Godwin, daerah otak yang berkorelasi memberikan wawasan tentang area dari otak yang bekerja sama selama keadaan bangun maupun istirahat. "Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa pola otak yang sama yang diukur selama keadaan ini terkait dengan kemampuan kognitif yang berbeda," kata Godwin.
Setelah mereka mengetahui bagaimana otak bekerja sama saat istirahat, tim pun membandingkan data dengan menguji peserta untuk mengukur kemampuan intelektual dan kreatif mereka. Mereka juga diminta mengisi kuesioner tentang seberapa besar pikiran mereka mengembara dalam kehidupan sehari-hari.
Hasilnya, peserta yang menyatakan lebih sering melamun menghasilkan kemampuan intelektual dan kreatif yang lebih tinggi. Selain itu, mereka memiliki sistem otak yang lebih efisien saat diukur dalam mesin MRI.
"Orang cenderung menganggap pikiran mengembara sebagai sesuatu yang buruk. Hal itu terjadi ketika mencoba memberi perhatian, tapi Anda tidak bisa," kata Schumacher. "Data kami konsisten dengan gagasan bahwa ini tidak selalu benar. Beberapa orang dari mereka memiliki otak lebih efisien."
Efisien yang dimaksudkan Schumacher adalah kemampuan otak yang memiliki banyak kapasitas untuk berpikir. Otak mungkin tak mengembara saat melakukan tugas yang dianggap mudah. Namun, bagaimana Anda bisa tahu apakah otak Anda efisien? Ini salah satu petunjuknya: Anda dapat melakukan zona masuk dan keluar dari percakapan atau tugas yang sama, lalu secara alami fokus kembali tanpa kehilangan poin atau langkah penting dalam percakapan atau tugas tersebut.
"Temuan kami mengingatkan saya kepada profesor yang tidak hadir, seseorang yang brilian, tapi tidak berada di dunia sendiri, terkadang tidak menyadari lingkungan mereka sendiri," kata Schumacher.
Atau, Schumacher melanjutkan, anak-anak sekolah yang memiliki kemajuan secara intelektual untuk kelas mereka. "Meskipun butuh lima menit bagi teman mereka untuk belajar sesuatu yang baru, tapi mereka mengetahuinya sebentar lagi, lalu check out dan mulailah melamun."
Baca : Dijamin, Anda Belum Tahu Rahasia Kesehatan Otak Manusia
Godwin dan Schumacher berpikir bahwa temuan ini dapat membuka pintu untuk penelitian lanjutan yang lebih memahami saat pikiran mengembara pada hal yang berbahaya atau jika itu benar-benar bermanfaat. "Ada perbedaan individu penting yang perlu dipertimbangkan juga, seperti motivasi seseorang atau niat untuk tetap berfokus pada tugas tertentu," kata Godwin.

Sumber : Tempo.co
Foto : Sutterstock.com

Minggu, 10 Desember 2017


Anda mungkin menganggap menari zumba sebagai bentuk hiburan atau hobi, tapi ada beberapa bentuk tarian yang memiliki banyak manfaat kesehatan.
Sebuah studi baru menemukan bahwa terlibat dalam tarian zumba selama sekitar lima minggu tidak bisa hanya membantu seseorang untuk tetap sehat secara fisik tetapi juga meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup. Jadi apa sebenarnya zumba dan bagaimana cara melakukannya?

Zumba adalah program latihan kebugaran yang melibatkan gerak tari dan aerobik yang dilakukan pada musik yang energik. Koreografi menggabungkan hip-hop, samba, salsa, dan mambo, juga squats dan lunges. Untuk penelitian ini, peneliti telah meneliti sejumkah orang yang menjalankan gaya hidup zumba.
Mereka berpartisipasi dalam program latihan zumba selama lima minggu berdasarkan disiplin Zumba Fitness. Menurut para peserta, zumba membantu mereka meningkatkan kualitas hidup, terutama aspek emosional, yang tercatat paling sedikit pada peserta ini.
Kualitas hidup adalah konsep yang luas yang terdiri dari berbagai aspek dan terbagi menjadi delapan dimensi: sosial, emosional, keadaan fisik, sakit fisik, fungsi fisik, vitalitas, kesehatan mental dan kesehatan umum.
Menarik untuk dicatat bahwa dimensi emosional, yang merupakan nilai terendah di awal, adalah nilai tertinggi pada akhir program latihan, kata pemimpin peneliti Yaira Barranco Ruiz, dari Universitas Granada ( UGR) di Spanyol.
Apalagi, bahkan dua bulan setelah intervensi berakhir, sebagian besar dimensi terus mempertahankan tingkat di atas yang tercatat di awal program, kata periset. Penelitian ini diterbitkan dalam Health Education Journal.

Sumber : Boldsky.com

Sabtu, 09 Desember 2017


Mungkinkah program latihan otak pada komputer maupun smartphonr dapat menjadi alat efektif untuk mencegah demensia? Hasil dari studi selama satu dekade terhadap lebih dari seribu orang menunjukkan hal itu.

Sekitar 47 juta orang mengalami demensia di seluruh dunia, namun tidak ada intervensi diketahui yang dapat digunakan untuk mengurangi risiko seseorang penderita demensia.

Baca : Fakta Sains di Balik Kegiatan Melamun: Bikin Otak Cerdas

Sekarang sebuah penelitian terhadap 2.800 orang berusia di atas 65 tahun telah dilakukan dan ditemukan bahwa mereka melakukan pelatihan otak bertujuan untuk meningkatkan kecepatan pemrosesan otak seseorang dan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami demensia selama periode sepuluh tahun.

Otak adalah area yang kontroversial. Ada beberapa permainan komputer yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan ingatan, perhatian, atau multitasking seseorang. 

Jerri Edwards, dari University of South Florida, dan timnya telah menguji tiga program pelatihan otak untuk melihat apakah ada yang bisa terhindar dari risiko demensia. Program ini dirancang untuk menargetkan memori, penalaran, atau kecepatan pemrosesan. "Ini adalah kemampuan yang sangat mendasar yang cenderung menurun seiring bertambahnya usia," kata Edwards.

Sumber : Mallory Locklear
foto : Francisco Martinez
A call-to-action text Contact us