:::: MENU ::::
  • Fakta Sains di Balik Kegiatan Melamun: Bikin Otak Cerdas

  • Robot Medis Selamatkan Ratusan Penderita Kanker Prostat Usia Muda

  • Populasi Harimau Sumatera Turun 17 Persen Dan Hanya Memiliki Dua Habitat

Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Desember 2017


Setiap orang pasti ingin memiliki ingatan tajam dan kuat. Banyak cara untuk meningkatkan ingatan seseorang. Untuk bisa memiliki ingatan yang kuat dan tajam beberapa aktivitas yang bisa dilakukan adalah melatih kemampuan dan bakat yang Anda punya.

Membaca buku, koran, berita, jurnal yang dapat membantu Anda melatih kepekaan otak, olahraga dan lain-lain. Ada beberapa tips mudah dan sederhana yang bisa membantu Anda meningkatkan daya ingatotak. Berikut ini 10 tips yang bisa Anda coba: Baca: Jilat Bibir bisa Buat Bibir Kering, Simak Kata Ahli

1. Perhatikan makanan yang Anda konsumsi setiap hari
Untuk meningkatkan daya ingat otak, tentunya harus memperhatikan makanan yang Anda konsumsi setiap hari. Menjaga asupan nutrisi makanan untuk otak, sebenarnya sangat mudah. Anda cukup mengkonsumsi sayuran serta mengurangi makanan-makanan yang mengandung kandungan gula yang tinggi.
Salah satu makanan yang bisa meningkatkan daya ingat otak adalah makanan yang mengandung omega 3. Untuk mendapatkan makanan yang mengandung omega 3, Anda bisa mengonsumsi ikan salmon, kedelai, bayam, makanan laut, dan minyak ikan setiap hari.

2. Menjaga Kualitas Tidur
Untuk menjaga daya ingat agar tetap tajam dan kuat, Anda harus tetap menjaga kualitas dari tidurmu. Tidur yang cukup minimal 6-8 jam setiap harinya untuk mendukung kinerja otak Anda. Dengan tidur yang nyenyak dan berkualitas, bisa membantu pengoptimalan daya kerja otak.

3. Hindari Mengerjakan Pekerjaan Terlalu Banyak (Multitasking)
Multitasking memang terkadang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, apalagi bagi Anda yang memiliki segudang aktivitas. Namun menyelesaikan pekerjaan dengan cara multitasking tidaklah bagus karena memiliki dampak yang negatif untuk kesehatan Anda dan daya kerja otak Anda. Baca:

Sehingga jika Anda terus-menerus melakukan pekerjaan secara multitasking tentu akan membuat Anda menjadi tidak fokus terhadap suatu pekerjaan bahkan Anda menjadi tidak bisa mengingat salah satu pekerjaan yang sedang dikerjakan saat itu. Lebih baik fokuskan diri untuk mengerjakan satu pekerjaan saja maka tentunya akan membuat daya kerja otak dan ingatan Anda menjadi lebih baik.

4. Menulis
Menulis merupakan salah satu aktivitas yang membantu daya ingat otak dan konsentrasi Anda menjadi kuat dan tajam. Meskipun hal ini terlihat sangat mudah, namun memiliki dampak yang positif untuk kinerja otak.

Jika Anda suka lupa dengan sesuatu hal, Anda bisa mencoba mengingatnya dan menulis di kertas atau laptop. Dengan menulis, akan menciptakan aliran oksigen yang menuju area otak sehingga apapun yang Anda tulis akan mudah diingat dibandingkan dengan tidak menulis. Menulis juga dapat membantu peningkatan kapasitas memori otak. Baca: Sandiaga Uno Pakai Lipbalm, Simak Keunikan Kulit pada Bibir.

5. Menjalin Hubungan Sosial
Menjalin hubungan sosial sangat penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Karena manusia diciptakan oleh Sang Pencipta sebagai makhluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain. Semakin sering menjalin hubungan sosial dengan masyarakat, semakin otak Anda menjadi lebih tajam.

Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi otak dan jantung yang baik akan berkaitan dengan hubungan keluarga yang baik serta hubungan sosial yang baik, Anda bisa mencoba membantu orang yang membutuhkan bantuan, terutama lingkungan terdekat Anda. Baca: Jelang DWP 2017, Musik EDM Semakin Ramai

Atau Anda juga bisa ikut berpartisipasi dalam suatu organisasi yang memiliki banyak manfaat untuk Anda, salah satunya adalah menambah jaringan pertemanan Anda.

6. Mulailah hidup yang terorganisir
Mulailah untuk menjalani hidup yang lebih terorganisir agar bisa mengurangi risiko kepikunan. Anda bisa mencoba untuk merancang kegiatan harian atau bulanan agar lebih fokus terhadap tujuan yang ingin Anda capai serta membantu daya kerja otak agar lebih teratur.

7. Jangan Memikirkan Hal-Hal yang Tidak Terlalu Penting
Terkadang seringkali kita memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Hal ini lah yang bisa membuat Anda sering lupa atau pikun. Mengapa bisa demikian? Karena Anda selalu berusaha memikirkan hal-hal tersebut dan memperhatikan banyak hal yang tidak terlalu penting sehingga membuat kinerja otak Anda menjadi berkurang serta konsentrasi pun bisa terganggu.

8. Makan Permen Karet Setiap Hari
Terlihat sebenarnya ini sangat sepele namun memiliki khasiat yang bermanfaat untuk daya ingat Anda. Banyak penelitan yang telah membuktikan salah satunya di UK membuktikan bahwa mengunyah permen karet setiap hari bisa membantu kualitas daya ingat seseorang lho.

Ternyata aktivitas ini berkaitan dengan otak terutama pada bagian hippocampus yang bisa meningkat jika Anda sering mengunyah permen karet setiap hari.

9. Menonton acara komedi
Ternyata menonton acara komedi, selain bisa menghibur hati seseorang juga bisa membuat daya ingat seseorang menjadi lebih kuat. Tertawa juga dapat menurunkan kadar kortisol, yaitu zat yang jika jumlahnya berlebih dapat merusak hippocampus.

Baca : Fakta Sains di Balik Kegiatan Melamun: Bikin Otak Cerdas

Karena itulah, tertawa memberikan dampak positif untuk seseorang yaitu meningkatkan daya ingat dalam jangka panjang. Baca: Youtube Rewind 2017, Ini Dia Tayangan Video Paling Viral di 2017

10. Minum Kopi
Selain rasanya yang nikmat, kopi juga bisa meningkatkan daya ingat seseorang lho. Karena kandungan kafein pada kopi dapat meningkatkan retensi memori seseorang. Oleh sebab itu, jika Anda sedang jenuh, nikmati secangkir kopi setiap hari ya.


Anda punya pasangan? dan akan segera menikah? hindarilah beberapa hal berikut menjelang pernikahan, mari disimak

Hindari pola diet yang salah

Banyak calon pengantin yang menjalani pola diet tertentu agar tampil dengan bentuk tubuh sempurna pada hari pernikahan. Perlu diingat, perubahan berat badan yang naik turun dengan menjalankan pola diet salah akan menyebabkan area vagina mengendur.


Baca : Tips Kencan Pertama Bersama Pasanganmu

Hal paling penting adalah menjalankan pola diet sehat secara konsisten dan menjaga berat badan sehat. Jika tubuh terlalu kurus, bagian vagina akan lebih cepat menua karena lapisan lemak yang tipis.

Rajin senam kegel

Senam kegel adalah salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menjaga vagina tetap sehat dan kencang. Lakukan senam ini dengan benar, yaitu dengan mengontraksi otot dasar di bagian pelvis selama lima detik, kemudian melepaskannya dan relaks.

Ganti kursi di kantor

Menghabiskan waktu berjam-jam duduk di bangku kerja setiap hari tidaklah baik untuk kondisi vagina. Jika memungkinkan, sediakan bola pilates di kantor. Kemudian, dalam sehari, minimal 15 menit, Anda mengganti kursi dengan bola pilates untuk duduk dan melatih otot pelvis agar tetap aktif, seperti kegel.

Hindari bersepeda jarak jauh

Hati-hati, gesekan dan gerakan yang konstan dalam waktu lama di area pangkal paha bisa menarik dan membuat vagina menjadi elastis dan longgar. Pilih celana olahraga dengan bahan tebal dan nyaman jika hendak bersepeda.

Pilih sabun yang ringan

Secara fisiologis, vagina diciptakan mampu mengurus dirinya sendiri dengan cara mendorong keluar kotoran lewat cairan. Tugas Anda hanya membersihkan bagian luar vagina, menjaganya tidak lembap berlebih, dan mempertahankan pH seimbangnya.


Baca : Tahukah Anda Mengapa Manusia Bisa Menangis?

Pilih jenis sabun yang tidak mengandung banyak unsur kimia. Selain itu, jangan menggosok area luar vagina terlalu kencang dan berulang-ulang untuk menghindari iritasi karena lapisan tersebut sangat tipis.

Inilah 5 cara merawat area vagina menjelang pernikahan.

Sumber : Her World
Foto : Sutterstock

Kamis, 14 Desember 2017


Ada banyak hal yang bisa membuat wawancara kerja sukses, dan Anda akhirnya diterima bekerja di perusahaan yang Anda impikan. Bukan hanya surat lamaran kerja yang sempurna, kemampuan akademik yang mumpuni, atau pengalaman kerja yang Anda miliki.

Namun, kesuksesan wawancara kerja juga didukung dengan penampilan Anda saat itu. Pewawancara akan menilai penampilan Anda. Dan itu akan menjadi salah satu penilaian mereka menerima seorang pegawai.

Salesh Grover, Kepala Bisnis di Koleksi Mewah OSL Pvt. Ltd-Corneliani, dan Ishaan Sachdeva, Direktur Alberto Torresi sebuah perusahaan di India memberikan beberapa tips agar penampilan Anda bisa sempurna saat sesi wawancara kerja.

Mereka menekankan agar berpakaian dengan cara yang sesuai secara profesional dengan posisi yang Anda lamar. Hindari warna yang keras dan terlalu cerah dan pastikan Anda menyetrika pakaian sebelum pergi untuk wawancara.


Berikut tips cara berpakaian saat wawancara kerja seperti dilansir timesofindia.com

Pakaian konvensional
Ketika harus berpakaian untuk wawancara, hindari memakai pakaian dengan warna-warna keras dan cerah yang terkadang bisa mengganggu. Alih-alih menempel warna dasar seperti hitam, putih, abu-abu, biru tua dan coklat.

Persiapkan dengan baik terlebih dahulu
Memutuskan apa yang harus dipakai setidaknya sehari sebelumnya dan menyetrikanya adalah yang penting yang harus dilakukan. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari pada pakaian yang disetrika dengan rapi dan rapi.

Kemeja tangan panjang
Gunakan kemeja lengan panjang berwarna terang dengan setelan berwarna gelap atau sebaliknya, adalah pilihan terbaik untuk dipakai dalam sebuah wawancara.

Pilih sepatu yang resmi
Setelah berpakaian, sepatu adalah hal penting berikutnya yang menggambarkan kepribadian Anda, maka ingatlah untuk memilihnya dengan bijak. Selalu memilih beberapa pasangan formal seperti oxford dan brogues dengan nada klasik hitam dan cokelat saat melakukan wawancara untuk tampil sebagai orang yang siap siaga dan percaya diri.

Sesuaikan aksesori dengan warna pakaian Anda
Gunakan aksesori secukupnya dan jangan berlebihan. Sesuaikan dengan warna pakaian Anda. Karena aksesori ditujukan untuk menambah kesan elegan dan smart pada diri Anda, bukan ksebaliknya.

Sumber : Bisnis.com

Rabu, 13 Desember 2017

Kencan pertama bisa menjadi hal yang sangat canggung, apalagi jika kekasih adalah orang yang baru dikenal dan bukan berasal dari salah satu teman lama. Hal ini pun pernah dirasakan oleh Khloe Kardashian, Oleh karena itu, ia membagikan tips untuk kencan pertama melalui aplikasi pribadinya.
Untuk memulai pembicaraan, cukup gunakan topik ringan yang berasal dari lingkungan sekitar. Misalnya adalah menu makanan dari restoran tempat Anda berkencan atau dekorasi unik tempat tersebut. 

Baca : Fakta Sains di Balik Kegiatan Melamun: Bikin Otak Cerdas
Apabila pembicaraan tetap berakhir lebih awal dan suasana canggung datang kembali, tak ada salahnya untuk menanyakan hal-hal yang lebih imajinatif, seperti apa saja yang ada di bucket listmereka.
Selain memberikan tips untuk memulai kencan, ia juga memberikan saran untuk menutupnya. Wanita yang dikabarkan sedang mengandung anak dari pemain basket Tristan Thompson tersebut menyarankan untuk menawari si dia mencicipi makanan Anda dan membayar sendiri bagian Anda.

Sumber : Her World Indonesia

Setiap orang menangis karena alasan yang berbeda. Menangis adalah hal yang manusiawi. Meskipun beberapa hewan meneteskan air mata, manusia adalah satu-satunya mahkluk yang menangis karena alasan emosional.

Bukan hanya pemicu emosional yang membuat menjatuhkan air mata. Sebenarnya ada tiga macam jenis air mata. Pertama, ada bagian mata yang mengeluarkan air mata untuk proteksi atau perlindungan, yang disebut air mata basal. Lalu, ada air mata refleks yang datang sebagai respons terhadap iritasi fisik. Terakhir, ada air mata yang memisahkan kita dari hewan lain. Air mata ini sifatnya emosional.

Baca : Fakta Sains di Balik Kegiatan Melamun: Bikin Otak Cerdas


Selain hal-hal tersebut, beberapa hal dibawah ini bisa menjadi penyebab Anda meneteskan air mata, dilansir dari Huffington Post.


Kelelahan
Bayi bukan satu-satunya yang menangis saat mereka mengantuk. Orang dewasa melakukannya juga. Ketika Anda terlalu lama menonton TV, Anda bisa saja tiba-tiba mengeluarkan air mata. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa Anda tidak cukup tidur. Sebuah studi yang dilakukan oleh para periset di University of Pennsylvania menunjukkan bahwa tidur dibawah 4,5 jam setiap malamnya menyebabkan perubahan mood yang negatif, mulai dari iritabilitas hingga kesedihan.

Menurut National Sleep Foundation, tidak ada angka pasti berapa jam setiap orang seharusnya tidur. Antara tujuh sampai delapan jam tidur bisa jadi langkah baik untuk memulai.

Ada sesuatu di mata Anda
Memotong bawang merah sering muncul dalam pikiran saat kita memikirkan air mata refleks, yaitu air mata yang dihasilkan untuk melindungi mata Anda dari iritan. Saraf di kornea akan memberi tahu batang otak bahwa ada sesuatu yang mengganggu mata. Batang otak kemudian mengirimkan hormon ke kelopak mata Anda, yang menghasilkan air mata untuk membantu membersihkan apa pun yang mengganggu mereka. 

Tapi bukan hanya bawang yang menyebabkan refleks ini. Iritasi lainnya meliputi asap, debu atau embusan angin yang kencang dapat membuat Anda berlinang. Dengan mata yang secara reflek mengeluarkan air mata berfungsi untuk mencegah iritasi. 

Memiliki dua kromosom X
Wanita secara biologis dibangun untuk lebih sering menangis daripada pria, lapor The Wall Street Journal. Saluran air mata pria sebenarnya lebih besar dari pada wanita, artinya dibutuhkan sedikit cairan bagi wanita untuk dapat menumpahkan air daripada yang dilakukan pria. 

Selain itu, di antara 20 dan 40 persen wanita melaporkan mengalami sindrom pramenstruasi pada hari-hari sebelum siklus menstruasi mereka dimulai. Selain kembung dan sakit kepala, menangis adalah salah satu gejala PMS yang paling umum, menurut Mayo Clinic.

Tapi predisposisi wanita terhadap air mata tidak semua berasal dari cara mereka dibuat. Hal ini juga berkaitan dengan pengkondisian sosial. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cross-Culture Research melihat perbedaan antara jenis kelamin di berbagai negara, yang semuanya memiliki tingkat kekayaan dan kebebasan berekspresi yang bervariasi. Seberapa sering masing-masing gender menangis ditinjau dari paling dramatis adalah negara yang kaya, kemudian demokratis dan yang terakhir feminin.

Stres
Lauren Bylsma, seorang sarjana postdoctoral yang meneliti depresi masa kecil di University of Pittsburgh mengungkapkan belum ada penelitian yang secara langsung melihat menangis akibat stres bisa lebih tinggi potensinya dibandingkan dengan keterkaitan kecemasan dengan  air mata.

"Kami menemukan bahwa situasi konflik cenderung menjadi penyebab berlinangnya air mata, karena bentuk stres interpersonal. Terkadang dalam situasi seperti ini, tangisan bisa membantu memfasilitasi sebuah resolusi terhadap konflik apa pun yang menyebabkan reaksi menangis itu terjadi. Jadi menangis juga memiliki beberapa fungsi interpersonal, termasuk memunculkan bantuan atau dukungan dari orang lain," ujarnya.

Baca : Mau Tau Rahasia Panjang Umur? Riset: Lakukan Olahraga Ini 2 Kali Sepekan

Tapi apakah menangis benar-benar membantu meringankan sebagian dari stres itu? Beberapa orang merasa lebih baik setelah menangis, sementara yang lain tidak, kata Bylsma. "Ada beberapa bukti terbatas bahwa hormon stres dapat disekresikan dengan air mata ketika menangis sebagai respons terhadap stres atau emosi negatif, dibandingkan dengan air mata non-emosional. Tapi penelitian lain perlu dikaji lebih jauh sebelum kita bisa membuat kesimpulan definitive," kata Bylsma. 

Depresi
Tingkat depresi yang tinggi sekalipun bisa tidak menyebabkan menangis atau mati rasa. Tapi peningkatan tangisan bisa menjadi tanda depresi, kata Bylsma. Merasa sedih atau mati rasa sepanjang waktu, kehilangan nafsu makan atau energi dan gejala lainnya adalah semua tanda gangguan mood. Depresi akan memburuk jika tidak diobati. Jika Anda menduga mengalami depresi, hubungi dokter Anda sesegera mungkin untuk mendapatkan bantuan yang Anda butuhkan.

Sumber : Republika
Mulai sekarang sering-seringlah melakukan olahraga push-up dan juga sit-up. Dua latihan ini ternyata tidak hanya bagus untuk menguatkan otot perut dan dada, tapi juga bisa menambah masa hidup Anda. Kesimpulan ini didapat dari sebuah penelitian yang membandingkan penyebab kematian dari berbagai jenis olahraga.
Nah, hasil studi yang melibatkan 80.306 orang dewasa itu menemukan mereka yang rutin melakukan latihan menguatkan otot memiliki risiko kematian prematur lebih rendah sekitar 23 persen. Pun dengan kematian akibat kanker juga lebih rendah sekitar 31 persen. Hasil penelitiannya telah dipublikasi dalam American Journal of Epidemiology.
Ada catatannya, memang. Peserta dengan penyakit kardiovaskuler atau kanker pada awal dan mereka yang meninggal dalam dua tahun pertama masa tindak lanjut dikeluarkan dari penelitian ini. Sebab, mereka memiliki kondisi sebelumnya kurang berolahraga.
Studi yang dipimpin oleh University of Sydney mengambil data dari Survei Kesehatan Inggris dan Skotlandia ini menyatakan bahwa latihan peningkatan kekuatan otot ini sama pentingnya dengan latihan aerobik. Ini menjadi salah satu yang paling penting dalam penelitian ini.
Bukti empiris terbaru menunjukkan regimen kebugaran yang seimbang sempurna harus mencakup kombinasi aktivitas fisik intensitas rendah dan/atau "sedang ke kuat" (MVPA) sama dengan beberapa jenis pelatihan ketahanan kekuatan. Setidaknya dua kali selama sepekan.
Emmanuel Stamatakis, penulis utama dari Sekolah Kesehatan Masyarakat dan Pusat Perkins Charles, mengatakan latihan kekuatan otot telah mendapatkan perhatian untuk manfaat fungsional seiring dengan bertambahnya usia. Penelitian kecil pun telah melihat dampaknya terhadap risiko kematian.
"Studi ini menunjukkan latihan yang mementingkan kekuatan otot mungkin sama pentingnya bagi kesehatan seperti aktivitas aerobik, joging, atau bersepeda," kata Stamatakis. Menurut dia, temuannya ini dapat mencerminkan hubungan sebab dan akibat, yang mungkin akan lebih penting lagi menyangkut risiko kematian akibat kanker.
Pedoman aktivitas fisik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun merekomendasikan aktivitas aerobik untuk orang dewasa, ditambah dua hari aktivitas penguatan otot setiap minggunya.
"Tapi, pemerintah dan otoritas kesehatan masyarakat telah mengabaikan untuk mempromosikan pedoman berbasis kekuatan di masyarakat, karena itu salah mengartikan betapa aktifnya kita sebagai sebuah bangsa," ujar dia.
Stamatakis pun mengutip contoh survei Aktivitas Gizi dan Kesehatan Nasional Australia, yang mencatat, berdasarkan aktivitas aerobik, didapat hasil mereka yang tidak aktif mencapai 53 persen. Hasil berbeda didapatkan dengan menggunakan pedoman berbasis kekuatan dari WHO. Hasilnya? Lebih buruk, 85 persen orang Australia gagal memenuhi rekomendasi.
"Sayangnya, kurang dari 19 persen orang dewasa Australia melakukan jumlah latihan berbasis kekuatan yang disarankan," kata Stamatakis.
Data lainnya, seperti yang diungkap dalam sebuah studi yang diterbitkan pada 19 Oktober di American Journal of Preventive Medicine, sekitar 140 ribu orang dewasa AS yang lebih tua didapati kurang melakukan aktivitas dari pedoman yang direkomendasikan, yakni 150 menit per minggu. Padahal, aktivitas fisik yang cukup secara signifikan dapat meningkatkan hasil kesehatan masyarakat. Hal ini juga menurunkan risiko kematian.
Karena itu, Stamatakis menuturkan, penelitian ini mendorong pemikiran ulang tentang waktu latihan yang diperlukan dan memperluas jenis latihan dalam jangka panjang.
Analisis juga menunjukkan latihan yang dilakukan dengan menggunakan berat badan sendiri tanpa peralatan khusus sama efektifnya dengan latihan berbasis pusat kebugaran atau gym. "Ketika orang memikirkan latihan kekuatan, mereka langsung memikirkan untuk melakukan angkat beban di pusat kebugaran. Padahal itu tidak harus terjadi," ujar dia. Sebab, banyak orang yang terintimidasi oleh pusat kebugaran, karena biaya atau yang dipromosikan budaya mereka.
"Jadi, siapa pun dapat melakukan latihan klasik seperti triceps dips, sit-up, push-up, atau menekuk lutut di rumah mereka sendiri atau taman lokal, dan berpotensi mendapatkan manfaat kesehatan yang sama," kata dia. Meski demikian, penelitian ini bersifat observasional. Namun berbagai penyesuaian bisa dilakukan untuk mengurangi pengaruh faktor lain seperti usia, jenis kelamin, status kesehatan, perilaku gaya hidup, dan tingkat pendidikan.
sumber : Tempo

Senin, 11 Desember 2017

Anda suka melamun? Bahkan ketika dalam sebuah pertemuan di tempat kerja? Tak usah khawatir. Sebab, ternyata menurut sebuah studi baru dari Georgia Institute of Technology, Amerika Serikat, melamun belum tentu tergolong sebagai pekerjaan sia-sia.
Sebentar. Apa sebenarnya melamun itu? Begini. Melamun adalah kondisi sesaat terputusnya pikiran seseorang dengan lingkungan sekitarnya. Biasanya kontak seseorang menjadi kabur dan sebagian digantikan oleh khayalan visual hal-hal yang menyenangkan, harapan, atau ambisi.
Tapi, seperti kata penelitian tersebut, kondisi ini bukan saja tidak berbahaya, tapi melamun juga menjadi indikasi bahwa Anda tergolong orang yang cerdas atau kreatif. Begitu menurut studi yang diterbitkan jurnal Neuropsychologia.
"Orang dengan otak yang efisien mungkin memiliki terlalu banyak kapasitas otak untuk menghentikan pikiran mereka dari pengembaraan," kata Eric Schumacher, profesor psikologi yang turut menulis penelitian ini.

Baca juga : Game Membantu Melatih Otak Para Lansia dan Mengurangi Risiko Demensia
Hasil itu didapatkan Schumacher dan murid-murid, serta koleganya, termasuk rekan penulis utama Christine Godwin, dengan cara mengukur pola otak lebih dari 100 orang saat berbaring di mesin MRI. Mereka diinstruksikan untuk berfokus pada titik fiksasi stasioner selama lima menit. Kemudian para peneliti menggunakan data tersebut untuk mengidentifikasi bagian otak mana yang "bekerja serentak".
Menurut psikolog Georgia Tech, Christine Godwin, daerah otak yang berkorelasi memberikan wawasan tentang area dari otak yang bekerja sama selama keadaan bangun maupun istirahat. "Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa pola otak yang sama yang diukur selama keadaan ini terkait dengan kemampuan kognitif yang berbeda," kata Godwin.
Setelah mereka mengetahui bagaimana otak bekerja sama saat istirahat, tim pun membandingkan data dengan menguji peserta untuk mengukur kemampuan intelektual dan kreatif mereka. Mereka juga diminta mengisi kuesioner tentang seberapa besar pikiran mereka mengembara dalam kehidupan sehari-hari.
Hasilnya, peserta yang menyatakan lebih sering melamun menghasilkan kemampuan intelektual dan kreatif yang lebih tinggi. Selain itu, mereka memiliki sistem otak yang lebih efisien saat diukur dalam mesin MRI.
"Orang cenderung menganggap pikiran mengembara sebagai sesuatu yang buruk. Hal itu terjadi ketika mencoba memberi perhatian, tapi Anda tidak bisa," kata Schumacher. "Data kami konsisten dengan gagasan bahwa ini tidak selalu benar. Beberapa orang dari mereka memiliki otak lebih efisien."
Efisien yang dimaksudkan Schumacher adalah kemampuan otak yang memiliki banyak kapasitas untuk berpikir. Otak mungkin tak mengembara saat melakukan tugas yang dianggap mudah. Namun, bagaimana Anda bisa tahu apakah otak Anda efisien? Ini salah satu petunjuknya: Anda dapat melakukan zona masuk dan keluar dari percakapan atau tugas yang sama, lalu secara alami fokus kembali tanpa kehilangan poin atau langkah penting dalam percakapan atau tugas tersebut.
"Temuan kami mengingatkan saya kepada profesor yang tidak hadir, seseorang yang brilian, tapi tidak berada di dunia sendiri, terkadang tidak menyadari lingkungan mereka sendiri," kata Schumacher.
Atau, Schumacher melanjutkan, anak-anak sekolah yang memiliki kemajuan secara intelektual untuk kelas mereka. "Meskipun butuh lima menit bagi teman mereka untuk belajar sesuatu yang baru, tapi mereka mengetahuinya sebentar lagi, lalu check out dan mulailah melamun."
Baca : Dijamin, Anda Belum Tahu Rahasia Kesehatan Otak Manusia
Godwin dan Schumacher berpikir bahwa temuan ini dapat membuka pintu untuk penelitian lanjutan yang lebih memahami saat pikiran mengembara pada hal yang berbahaya atau jika itu benar-benar bermanfaat. "Ada perbedaan individu penting yang perlu dipertimbangkan juga, seperti motivasi seseorang atau niat untuk tetap berfokus pada tugas tertentu," kata Godwin.

Sumber : Tempo.co
Foto : Sutterstock.com
A call-to-action text Contact us